Tingginya Hambatan Bagi Orang Asing Dalam Hal Melahirkan di Jepang

30-05-’19  

Tingginya Hambatan Bagi Orang Asing Dalam Hal Melahirkan di Jepang

Bagi Orang asing yang hamil, melahirkan , merawat anak , mengalami masalah karena adanya perbedaan bahasa dan budaya. Sejak diberlakukannya undang-undang revisi terkait dengan pengawasan imigrasi dan pengungsian, penerimaan orang asing terus maju, tetapi tidak diikuti oleh persiapan lingkungan yang dapat mendukung supaya mudah dalam melahirkan dan merawat anak. Mendalami aktivitas tentang orang asing yang merawat anak dan aktivitas pendukung medical. ( Matsura Nami ).

“ Sudah pintar membalikkan badan ya “, Kata seorang Vietnam A san yang tinggal di sebuah Apartement ( 28 Tahun ) sambil tertawa kepada putri pertama nya C san, 4 bulan setelah melahirkan. A san telah mengikuti program EPA ( Economic Partnersip Agreement ) dan datang ke Jepang sebagai Careworker, dan pada tahun 2017 , Dia bertemu dengan lelaki Jepang (29 tahun ) seorang karyawan perusahaan dalam aktivitas support pengungsian dan lalu menikah.

Proses kehamilan berjalan dengan lancar, tetapi sedikit tidak percaya diri karena tidak ada orang yang dapat bergantung selain suaminya “. “ Ketika saya sangat mual, tidak beranjak dari tempat tidur , menunggu suami pulang dengan tidak makan dan minum”. Menurut klinik tempat dia melahirkan “ Ada kendala bahasa “, sehingga tidak menerima perawat orang hamil “ . Tetapi karena dia mengatakan “ Suami saya oang Jepang “ sehingga jadi diizinkan. A san mengerti bahasa Jepang sehari-hari, tetapi tidak mengerti bahasa khusus medical, sehingga sulit menyampaikan apa yang ingin disampaikan “ dirumah sakit.

A san sulit memahami kata-kata seperti “ tolong berhati-hati ketika makan ya, supaya tidak diabetes ketika hamil “. A san tidak bisa memotong pembicaraan karena dokternya bicara secara cepat. Dan juga sangat kesulitan dalam memahami tentang biaya rumah sakit dan asuransi.

Kalau di Vietnam banyak keluarga . Jadi kalau hamil banyak memperhatikan. “ Coba jalan dengan dipeluk”. Bayi selama semalaman tidak berhenti menangis .Ketika tekan tombol “panggil perawat”, tetapi dia merasa kurang perhatian dari perawat.Ibu kandung datang dari Vietnam sebulan ketika selesai melahirkan. Karena memakan waktu dalam proses pengurusan visa . Sehingga berat badan A san turun 5 kilo.

Berdasarkan pengalaman pahit yang dialami oleh A san, dia berpikir untuk menjadi penerjemah medical. Dia mengatakan “ Jika saya mengetahui tentang Helper Service sebelum dan sesudah melahirkan maka tentunya akan lebih mudah menjalani hidup”.

Jumlah orang asing yang melahirkan di rumah sakit Daiwa di Daiwa City Kanagakawa-Ken bertambah. Dikarenakan adanya pabrik tempat orang asing yang bekerja di sana, sehingga jumlah orang asing mulai bertambah sejak 10 tahun yang lalu. Saat ini jumlah wanita yang hamil dan melahirkan adalah mencapai 10 %.

Menurut C seorang dokter bagian kebidanan dan kandungan “, Masalah yang masih perlu diatasi yaitu kendala bahasa “. Penyedian jasa penerjemah ketika pemeriksaan kesehatan atau mempersiapkan portable interpreter tool tidak cocok untuk semua situasi. Pada kondisi darurat seperti operasi sesar “ kondisi bayi sedang dalam kondisi berbahaya , harus sesar, “ sehingga diperlukan persetujuan dalam bahasa Jepang sehingga diminta untuk tanda tangan.
Dan bagi orang Muslim yang tidak memperlihatkan kulit kepada selain suaminya. Banyak yang menolak untuk ditangani (pemeriksaan kesehatan ) oleh dokter lelaki. Dalam hal tidak ada dokter perempuan , maka harus menyampaikan aturan rumah sakit dan tidak bisa memenuhi permintaan tersebut.

Menurut Asisenten Dokter Kandungan Mrs D ( 53 tahun ) “ Ada wanita yang tidak menyadari dia sedang hamil, Ketika perutnya membesar datang konsultasi “. Dan dia juga melihat kondisi wanita yang kesulitan , yang harus berhenti kerja sambilan karena hamil”. Tahun 2018, Dia memulai aktivitas membuka kelas untuk wanita hamil orang Vietnam dan memperkuat aktivitasnya.

Shiga-Ken International Association telah membuat website tentang kehamilan dan melahirkan di dalam 6 bahasa asing . Pemerintah local mulai melakukan aktivitas dukungan seperti menyampaikan perhatian dokter terhadap pasien wanita hamil orang asing melalui telpon . “ Menurut Mr. Fuji “ saat ini sudah masa bagi masyarakat keseluruhan agar siapapun bisa membesarkan anak secara nyaman “.

Artikel ini diterjemahkan dari ;
Koran Nihon Keizai Shinbun 27 Mei 2019.

OLEH ;

Bulan Legal Support Office.
141-0031 Tokyo Shinagawa-ku Nishi Gotanda 1-4-8
Shuwa Gotandamae Residence Room No.413

TEL : 03-6875-8237
MOBILE ; 070-6979-2664


10 artikel terbaru

06-09-22Cara dilacak proses pengajuan VISA di Jepang

11-09-20Informasi Pekerjaan tentang Tokutei-Gino Visa

16-07-20Aplikasi dan situs web yang berguna jika terjadi bencana

28-05-20Memperkenalkan situs yang mengirimkan informasi tentang coronavirus baru dalam berbagai bahasa

02-04-20Usaha Penginapan Pribadi mulai diseluruh Jepang dengan Undang-Undang yang baru

02-04-20Bantuan Untuk Yang Tidak Membayar Pensiun Nasional

02-04-20Mencoloknya Ketergantungan Kepada Orang Asing Untuk Bidang Manufaktur

26-03-20Pekerjaan Bidang Manufaktur untuk orang Asing.

26-03-20Dukungan Pekerjaan Untuk SDM Asia Tenggara

26-03-20Keterbatasan Permintaan Kepada Orang Asing Pada Sektor Konstruksi .

*