3 Titik Buntu dalam Pemberian Tunjangan Bagi Carework Orang Asing

30-05-’19  

3 Titik Buntu dalam Pemberian Tunjangan Bagi Carework Orang Asing

Pemerintah telah memulai untuk memperluas penerimaan pekerja asing sejak April 2019. Untuk bidang careworker yang mengalami kekurangan tenaga kerja yang serius , diperkirakan dalam 5 tahun akan menerima pekerja asing sebanyak 60.000 orang, paling banyak dari bidang yang lainnya. Tetapi hal ini tidak mudah untuk diwujudkan. Ada 3 titik buntu terkait dengan “bergantungnya bidang careworker pada orang asing “.
“ Pergi ke Jerman di mana gajinya lebih tinggi “. Begitu kata seorang lulusan universitas orang Vietnam ke Mr. A Ketua Pengurus Asosiasi Manajemen Usaha Kesejahteraan Kota Yokohama , dan Yayasan yang merekrut orang asing untuk bekerja di fasilitas careworker setempat.

Rencananya akan memperkerjakan pelajar asing di dalam kota atas referensi dari guru di universitas. Melalui interview via internet musim panas tahun 2017, secara kesan sangat baik. Tetapi ketika bertemu secara lansung sebelum diputuskan untuk diperkerjakan dia mundur. Dia tidak menyangka akan ditolak oleh orang Vietnam” yang akrab terhadap Jepang” , yang selama ini sudah membantu menghubungkan pelajar asing ke fasilitas sebanyak 20 orang. Persaingan dengan luar negeri menjadi titik buntu. Kader manejemen dari lembaga pendidikan Care Worker di Filipina mengatakan “ SDM yang rencananya akan dikirim ke Jepang, kecendrungannya pergi ke Eropa dan Amerika. “Menurutnya careworker orang Filifina yang ada kerja di Kanada menerima gaji sekitar 178.000 yen atau 1600 dolar sebulan , sama dengan di Jepang, dapat fasilitas tempat tinggal dan diberikan kesempatan untuk memperoleh Permanent Resident setelah beberapa tahun.

Berdasarkan perhitungan Pemerintah, pada bidang careworker Jepang kekurangan tenaga kerja sebanyak 300.000 orang dari tahun 2019 sampai dengan 2023. Sehingga sebagai pengatasannya harus bisa menutupi 20 % kekurangannya dengan dukungan dari pekerja orang asing. Pembuata izin tinggal yang dapat membuka pintu yaitu pemberlakuan undang-undang pengawasan imigrasi pada bulan April dan memperpanjang masa kerja, dapat menjadi solusi, tapi kondisi saat ini sangat kritis. Menurut Mr. B, Direktur National Institute of Population and Social Security Research “. Persentase tenaga worker orang asing yang ada dirumah sudah melebih 2 digit per rumah. Titik buntu kedua adalah persaingan dari bidang kerja yang berbeda . Menurut Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan , gaji pekerja careworker 20 % lebih murah dibanding dengan bidang kerja lain secara keseluruhan. Orang asing yang datang ke Jepang untuk tujuan mencari penghidupan mudah untuk pindah kerja ke bidang kerja yang lebih mahal gajinya yaitu bidang manufaktur dan konstruksi. “Sebelumnya sudah berpikir untuk bekerja di bidang careworker, tetapi untuk belajar bahasa Jepang, sehingga juga yang berhenti. “ Begitu kata Mr. B yang sudah bekerja di lembaga pengirim Vietnam yang sudan pernah mengirim 2000 orang ke Jepang.

Untuk Gino Jisshusei , dari 80 bidang kerja , hanya Careworker , perlu untuk memenuhi persyaratan yang ketika masuk Jepang , N4 dengan kemampuan bisa memahami Bahasa Jepang Dasar pada tahun Pertama, kemudian pada Tahun Kedua, Bisa memahami Bahasa Jepang yang digunakan pada lingkungan sehari-hari N3. Kemudian persyaratan untuk tahun kedua akhir akhir ini diperlunak. Menurut Mr. B , untuk mencapai N4 membutuhkan waktu lebih dari 4 bulan. Sehingga beban biaya belajar dan waktu yang dibutuhkan berat bagi orang asing.

Orang asing terlebih dahulu mengumpulkan informasi dari lewat SNS , sehingga bisa memilih bidang kerja yang diinginkan. President Direktur Shichifuku International Kobe Mr. C mengatakan “ Orang asing memiliki kesan bahwa pekerjaan careworker adalah pekerjaan dengan lingkungan kerja yang 3 K ( Kitsui/ Berat , Kitanai / Kotor, Kiken/ Bahaya). Kemudian antara daerah juga bersaing. Itu adalah 3 titik buntu.

Persentase recruitment effectiveness antara kota, da provinsi ( pada Agustus tahun 2018 ) adaah 7 kali lipat, melampai Tokyo , Fujiyama dan Nara 7 kali lipat. Kota Yokohama telah menandatangani MOU penerimaan SDM CareWorker dengan 5 Sekolah di Vietnam. Dan dipersiapkan bantuan sewa perumahaan resmi. Sementara Prefektur Hyogo akan mempersipkan lembaga pengawasan Ginojisshu yang dipimpin oleh pemerintah daerah. Sementara untuk daerah yang minim resourch untuk melaksanakan tindakan-tindakan promosi sangat kesulitan.Persaingan memperebutkan SDM Careworker baru akan mulai .. Menurut Profesor D dari Universitas Shukutoku “ Siapa pun tidak akan datang meskipun berusaha memanggil orang asing dengan pemikiran “tenaga kerja yang murah “.

Dikutip dan diterjemahkan dari Koran Nihon Keizai Shinbun.

Oleh :
OLEH ;

Bulan Legal Support Office.
141-0031 Tokyo Shinagawa-ku Nishi Gotanda 1-4-8
Shuwa Gotandamae Residence Room No.413

TEL : 03-6875-8237
MOBILE ; 070-6979-2664


10 artikel terbaru

06-09-22Cara dilacak proses pengajuan VISA di Jepang

11-09-20Informasi Pekerjaan tentang Tokutei-Gino Visa

16-07-20Aplikasi dan situs web yang berguna jika terjadi bencana

28-05-20Memperkenalkan situs yang mengirimkan informasi tentang coronavirus baru dalam berbagai bahasa

02-04-20Usaha Penginapan Pribadi mulai diseluruh Jepang dengan Undang-Undang yang baru

02-04-20Bantuan Untuk Yang Tidak Membayar Pensiun Nasional

02-04-20Mencoloknya Ketergantungan Kepada Orang Asing Untuk Bidang Manufaktur

26-03-20Pekerjaan Bidang Manufaktur untuk orang Asing.

26-03-20Dukungan Pekerjaan Untuk SDM Asia Tenggara

26-03-20Keterbatasan Permintaan Kepada Orang Asing Pada Sektor Konstruksi .

*